Wednesday, July 27, 2011

(again) For My Beloved, DEWI ARIANTI WULANDARI

Tersenyumlah saat kau mengingatku, karena saat itu aku sangat merindukanmu
Dan menangislah saat kau merindukanku, karena saat itu aku tak berada di sampingmu
Tetapi pejamkanlah mata indahmu itu karena saat itu aku kan terasa di dekatmu
Karena aku telah berada di hatimu untuk selamanya

Tak ada yang tersisa lagi untukku, selain kenangan-kenangan indah bersamamu
Mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta
Mata indah yang dahulu adalah milikku
Kini semuanya terasa jauh meninggalkanku

Kehidupan terasa kosong tanpa keindahanmu
Hati, Cinta dan rinduku adalah milikmu
Cintamu takkan pernah membebaskanku
Bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yang lain
Saat sayap-sayapku telah patah karena kepergianmu

Cintamu akan tetap tinggal bersamaku
Hingga akhir hayatku dan setelah kematian
Hingga tangan tuhan akan menyatuan kita lagi
Betapapun hati telah terpikat pada sosok gelap dalam kegelapan
Yang tengah menghidupkan sinar hidupku
Namun tak dapat menyinari dan menghangatkan persaanku yang sesungguhnya

Aku tidak pernah bisa menemukan cinta yang lain selain cintamu
Karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku
Kau takkan pernah terganti bagai pecahan logam mengekalkan
Kesunyian, kesendirian dan kesedihanku
Kini aku telah kehilanganmu ...

For My Beloved Ponakan, DEWI ARIANTI WULANDARI

Masih terasa jabatan tangan atau hanya bertegur senyum di saat bertemu
Tidak saling mengenal hingga akhirnya hanya sekedar tau dari mulut ke mulut
Tapi, kenapa aku tau tentang kamu dari kabar duka
Bukan dengan cara mengenalmu karena teguran
Bukan dengan cara mengenalmu karena canda tawamu
Atau bahkan mengenalmu karena aku berutang budi
Aku mulai tau adanya dirimu karena dirimu tlah tiada
Kamu pergi begitu cepat meninggalkan teman-temanmu, semua yang menyayangimu
Pergi selamanya dengan meninggalkan banyak senyuman manis
Hati ikhlaslah yang mengantar kepergianmu
Bukan air mata yang membebani untuk terlelap disana, dimataku atau bahkan semuanya
Kamu begitu hebat, selalu ceria dan berkarya
Tak peduli betapa beratnya penyakit yang kamu derita
Bahkan kamu tak peduli meski ajal semakin dekat menjemputmu
Kau bersahabat dengan penyakitmu
Kamu Ikhlas menerimanya
Menerima takdir yang berat di usiamu
Keikhlasanmu selalu kamu tunjukkan dengan prestasimu, karyamu, candatawamu
Hingga akhirnya selesai sudah tugasmu membanggakan kedua orangtuamu yang begitu singkat

Tersenyumlah disana, karena kita disini selalu tersenyum untukmu, TEMAN :)
terimakasih telah menjadi bagian dalam hidupku dan kenanganku
tenanglah disana , damailah disana
karena tuhan menyayangimu dengan adanya kamu di samping-NYA :')

Friday, July 22, 2011

FIQIH oh FIQIH

ILMU DHORURI : Ilmu yang tidak melalui proses pemikiran (kajian) & pembuktian ataupun penggunaan dalil.
ILMU MUKTASAB : Ilmu yang didapat atau dihasilkan melalui proses pemikiran (kajian) dan pembuktian/penggunaan dalil.
ILMU FIQIH : ilmu untuk mengetahui hukum Allah yang berhubungan dengan segala amaliah mukallaf baik yang wajib, sunah, mubah, makruh atau haram yang digali dari dalil-dalil yang jelas (tafshili).
USHUL FIQIH : ilmu yang membahas dalil-dalil fiqh yang global dan cara menggunakannya serta menentukan keadaan dari penentu hukum (mujtahid).