Sabtu, 31 Juli 2010, tim putri Frat’z (SMA Frateran Surabaya, red) mempertaruhkan gelar champion-nya atas kemenangan mereka tahun lalu. Mereka berhadapan dengan SMADA (SMAN 2 Surabaya, red) yang semakin siap melangkah menuju final DBL (Development Basketball League) 2010 pada babak Fantastic Four lalu.
Teriakan suporter masing-masing tim menggema dari sudut ke sudut. Gerakan wave mereka lakukan berulang seiring masuknya para pemain kebanggaan mereka ke dalam lapangan.
Pertandingan dimulai. Fanny Yuwono dari SMA Frateran Surabaya dan Eva Fany dari SMAN 2 Surabaya didapuk sebagai pengeksekusi jumpball dari masing-masing tim. Bola jatuh di tangan SMADA. Spontan, mereka melakukan fast break, namun gagal karena steal dari Henny Sutjiono berhasil mematahkan passing tersebut. Henny terkenal dengan dribble cantiknya. Lay up yang ia lakukan acap kali berhasil menembus pertahanan lawan. Tapi, entah kenapa lay up-nya kala itu berhasil digagalkan oleh salah satu pemain SMADA yang mengakibatkan pemain itu terkena fouls dan Henny mendapatkan Free Throw. Pertandingan quarter pertama berakhir. Frat’z memimpin dengan score 13-2. Di quarter selanjutnya, SMADA mampu mengejar point sedikit demi sedikit melalui under-ring dan shooting para pemainnya.
Usaha SMADA pada quarter 2 belum membuahkan hasil. Score yang mereka dapatkan belum mampu menyamakan kedudukan dengan tim lawan. Hingga half-time, Frat’z masih unggul atas SMADA dengan score 31-9. Walaupun tertinggal jauh, suporter dari SMADA tetap mendendangkan dukungannya sehingga pada quarter selanjutnya SMADA yang didalangi oleh Eva Fany sang kapten semakin semangat dan berhasil mengejar ketinggalan. Tembakan three-point Olivia Listiarini berhasil ditandingi oleh pemain SMADA. Score-pun bertambah untuk SMADA Surabaya.
Permainan cepat yang dibawa oleh Frat’z mampu menambah kembali point bagi mereka. Counter attack dari SMADA juga tak kalah cantik, tapi sering kali tembakan dan under-ring pemain SMADA meleset dari ring. Defense rapat yang ditekankan oleh Njoo Soen Eng, pelatih Frat'z, mampu ditembus oleh pemain-pemain SMAN 2 dan menambah point bagi tim lawan. Lagi-lagi, Olivia Listiarini berhasil menembakkan three point-nya untuk kesekian kali.
“Kerjasama adalah kunci permainan kami, tidak ada egoisme dan tidak individualisme,” ungkap Henny Sutjiono pada saat press-conference.
Hal ini dibuktikan oleh semua pemain Frat’z dengan membangun teamwork yang kuat di lapangan. SMADA pun tak cepat menyerah, mereka kembali menyerang pertahanan Frat’z dengan baik dan mulus yang membuat coach Frateran menggelengkan kepala.
Usaha dan semangat SMADA patut diacungi jempol untuk melangkah ke final. Mereka mampu menunjukkan eksistensinya di lapangan. Namun sayang, permainan yang menentukan siapa yang lolos ke final bukan untuk SMADA. Dengan score akhir 58-32 atas SMADA, Frat’z mampu membuktikan bahwa mereka masih tangguh seperti tahun sebelumnya, menjadi champion DBL 2009. Teriakan bahagia suporter Frat’z terus menggema hingga para pemain meninggalkan lapangan.
“Walaupun tim kami tahun lalu menjadi Champion, kami tidak mau dianggap sombong karena bagi kami The Best Defense is The Best Effect,” ungkap Njoo Soen Eng.
No comments:
Post a Comment